LAHIR ATAS DASAR PERMINTAAN DARI MASYARAKAT

  • 17 November 2017

PPHQRINGINAGUNG.COM - Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Putri merupakan pesantren yang didirikan oleh Romo KH. Ainul Yaqin pada tanggal 26 Syawal 1439 H, yang bertepatan pada tanggal 10 Juli 2018. Pesantren ini berdiri atas dasar permohonan dari Masyarakat dan dorongan serta do’a restu dari Para sesepuh agar Yayasan Hamalatul Qur’an Jogoroto juga menerima para santri putri untuk dibimbing dan belajar menghafal Al-Qur’an, memahami maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena banyaknya desakan tersebut akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, dengan memohon ridho dan Taufiq dari Allah SWT, maka pengasuh bersama dengan tim yang ada (di antaranya KH. Asy’ari, Mr. Qomar, Mr. Sholihan, Mr. Agus, Mr. Toto, Mr. Aan, KH. Sutiyar, Ust. Mahmud, Ust. Faiq, dll) mendirikan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Putri yang resmi dibuka oleh Bupati Jombang, Ibu Ny. Hj. Mundjidah wahab yang merupakan putri Pendiri Nahdlatul Ulama’, KH. Abdul Wahab Hasbullah. Rencana pendirian awal, PPHQ putri hanya menerima santri sejumlah 40 anak, namun di luar dugaan pendaftaran melebihi kapasitas, yakni 90 pendaftar, sehingga PPHQ Putri terbagi menjadi dua asrama, 40 santri di asrama 1 yang beralamatkan di Desa Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang Jawa Timur, dan 50 santri lainnya di Asrama 2 yang bertempat di Dusun Ringinagung Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Jawa Timur yang berdampingan dengan Salah Satu Pondok Pesantren Tertua di Kediri, Pondok Pesantren Mahir Ar-Riyadh Ringinagung. Dengan berpedoman pada prinsip yang dipegang oleh Pendiri Hamalatul Qur’an, PPHQ Putri juga menjalankan prinsip dasar penguatan dan pengembangan tahfidhul Qur’an dengan model Habituasi (Pembiasaan) yang bersifat daur tasalsul (Khatam Secara Rutin, Terus Menerus dan bersambung secara kontinyu). Pelaksanaan pembiasaan yang dilakukan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an adalah berupa pembiasaan para santri berinteraksi dengan al-Qur’an, baik dengan membaca, menyimak, menyetorkan bacaan secara binNadhor (dengan melihat mushaf), bil-ghaib (dengan hafalan/ tanpa melihat mushaf), maupun dalam aktivitas-aktivitas yang lain.
a. Qiroatul Qur’an Fish Sholah Tahjjud
b. Qiroatul Qur’an Fish Sholah Dhuha
c. Thoriqoh Famy Bisyauqin / Muroqobah 5 Juz
d. Dzikrul Qur’an 1 Juz
e. Taqoddum/Setoran Hafalan Al-Qur’an
f. Pembinaan Fashohah Intensif
g. Istima’ Murottal Syaikh Mahmud Kholil Al-Hushory
Desain pendidikan tahfidh Al-Qur’an di Hamalatul Qur’an Putri dirancang untuk mempersipkan kader muslimah yang memiliki pendidikan yang baik dan berwawasan luas karena mendidik mereka sama artinya dengan mendidik satu generasi, seperti kata pepatah “If you educate a man you educate individual, but if you educate a woman you educate a nation”. Program lanjutan yaitu ditambah dengan bekal pendalaman ilmu agama dan ditunjang dengan kemampuan berkomunikasi bahasa asing. Dengan demikian bekal mereka untuk mewujudkan peran “An-Nisa’” sebagai “’Imadul Bilad” (Wanita sebagai tiang Negara) betul-betul bisa terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh banyak kalangan, utamanya manfaat dan maslahah bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Amin.

...

  • 17 November 2017